Tampilkan postingan dengan label Tugas. Tampilkan semua postingan

LED Liquid Detector

PRINSIP KERJA RANGKAIAN

1. Gambar Rangkaian daftar komponen


Resistor 1        = 470 k Ohm
Resistor 2        = 100 k Ohm
Resistor 3        = 2200 Ohm
Transistor 1&2 = BC 107


2. Cara Kerja Rangkaian
Pada  saat rangkaian di hubungkan dengan tegangan DC 9 volt maka akan terjadi  arus ke titik A, jika titik A dan B tidak terhubung ( tidak di hubungkan dengan air) maka tidak ada arus yang mengalir di titik B (I = 0) sehingga transistor menjadi off itu menyebabkan output yang berupa lampu LED tidak akan menyala. Apabila titik A dan B terhubung (di hubungkan dengan air) maka arus akan mengalir ke titik B melalui air yang akan menyebabkan  titik B terdapat arus (I≠0) sehingga transistor menjadi on, arus yang di terima di titik B akan di teruskan menuju output yang berupa lampu LED akan menyala.     


3. Kesimpulan
Detektor cairan merupakan suatu alat yang memiliki rangkaian sederhana yang sangat berguna untuk mendeteksi penuh atau tidaknya air yang ada pada suatu wadah, dengan indicator berupa lampu LED yang akan menyala jika kabel bersentuhan langsung dengan air .Detektor Cairan ini membutuhkan 12 volt untuk powernya,yang dapat mendeteksi ada tidaknya air dengan output  lampu.
Ide pengembangan dari dibuatnya alat ini adalah

1.      Pencegah dini terjadinya banjir dengan ditempatkan alat ini di sekitar bendungan.
Rabu, 09 Juli 2014
Posted by Farisul
Tag :

Rancang Bangun Alat Pendeteksi Dini Bencana Banjir dan Tanah Longsor



Saat ini banyak terjadi bencana alam, mulai dari gempa bumi, gunung meletus, tanah longsor, dan banjir. Banjir adalah peristiwa yang terjadi ketika aliran air yang berlebihan merendam daratan, sedangkan tanah longsor adalah perpindahan material pembentukan lereng berupa bantuan, bahan rombakan, tanah, atau material campuran tersebut bergerak ke bawah atau keluar lereng.

Penyebab banjir adalah hutan yang gundul, curah hujan yang tinggi dan ketinggian air sungai. Sedangkan penyebab terjadinya tanah longsor adalah curah hujan, kemiringan tanah dan pergeseran tanah.
Setiap bencana pasti menimbulkan dampak, diantaranya mendatangkan kerugian harta dan benda, adanya korban jiwa, merusak sarana dan prasarana umum, rusaknya lahan pertanian, buruknya sanitasi lingkungan, dan sebagainya.

Untuk itu diperlukan suatu alat yang bisa mendeteksi terjadinya banjir dan tanah longsor. Alat ini dapat dibuat dengan menggunakan berbagai sensor, diantaranya :

  • sensor ketinggian air

Sensor ketinggian air berfungsi mendeteksi ketinggian air di sungai. Apabila air sudah melebihi batas normal ketinggian air, maka lampu warna merah pada pos pengaman akan menyala dan berbunyi. Sensor ini diletakkan di dinding sungai.
  • sensor flow aliran air

Sensor ini berfungsi mengetahui aliran arus air. Apabila arus air deras, maka lampu warna kuning di pos pengaman akan menyala dan berbunyi. Sensor ini diletakkan di sungai.


  • sensor curah hujan

Sensor ini berfungsi mengetahui curah hujan pada suatu daerah. Apabila curah hujan tinggi, maka lampu warna hijau yang dipasang pada pos pengaman akan menyala dan berbunyi. Sensor ini diletakkan di atap pos pengaman.

  • sensor ekstensometer

Senor ini berfungsi  mengukur parameter pergeseran tanah. Apabila tanah mengalami pergeseran, maka lampu warna biru yang dipasang pada pos pengaman akan menyala dan berbunyi. Sensor ini diletakkan di dalam tanah.

  • sensor strain

Sensor ini berfungsi mendeteksi pergerakan dalam tanah. Apabila tanah mengalami pergerakan, maka lampu warna jingga yang dipasang pada pos pengaman akan menyala dan berbunyi. Sensor ini juga diletakkan di dalam tanah,seperti halnya sensor ekstensometer.


  • sensor inclinometer

Sensor ini berfungsi mengukur kemiringan tanah. Sensor ini hanya memberitahukan berapa kemiringan tanah pada suatu daerah tertentu yang ditampilkan pada komputer yang tedapat pada pos pengaman. Sensor ini di pasang di dalam tanah.

Jika salah satu lampu yang dipasang pada pos pengaman menyala dan berbunyi, maka sensor tersebut akan mengirimkan pemberitahuan kepada setiap kepala keluarga melalui sms. Hal ini bertujuan supaya setiap warga waspada terhadap segala kemungkinan yang terjadi.

Sumber :
Senin, 19 Mei 2014
Posted by Farisul
Tag :

Tranducer

Teknologi SMS (SIM Make Safety)

Tranducer gambar ke listrik

Kepemilikan SIM menjadi salah satu faktor penyebab meningkatnya tingkat kecelakaan di Indonesia. Seseorang yang belum mampu mengendarai kendaraan dengan baik belum seharusnya dapat mengendarai kendaraannya. Ataupun seseorang yang memang tidak mengerti tentang peraturan lalu lalu lintas tidak menutup kemungkinan juga menjadi faktor penyebab kecelakaan lalu lintas.

Anak yang masih di bawah umur, orang yang sudah lanjut usia dan seorang yang belum memenuhi persyaratan untuk mendapatkan SIM sudah seharusnya belum dapat mengemudikan kendaraannya. Untuk dapat mengemudikan kendaraannya orang tersebut haruslah mendapatkan SIM terlebih dahulu, baik sepeda motor, mobil, ataupun angkutan umum lainnya.

Untuk itu, dirancang sebuah alat yang dapat mengintegrasikan kendaraan bermotor dengan Surat Ijin Mengemudi (SIM). Ide yang saya dapatkan yaitu teknologi SMS (SIM make Safety). Idenya yaitu memanfaatkan barcode SIM yang terdapat pada SIM untuk dapat menghidupkan mesin kendaraan, misalnya mobil.

Alat SMS ini telah terintegrasi dengan database yang telah ditanamkan pada hardisk yang berisi data-data SIM yang ada diseluruh Indonesia, sehingga system dapat membaca data SIM dari semua pemilik SIM.

Mobil tidak akan menyala mesin nya walaupun kunci kontak telah berada pada posisi on, sebelum dilakukan scanning barcode pada SIM. Setelah melakukan scanning, dan hasil scan diterima oleh system, barulah mesin kendaraan akan menyala jika di putar kunci kontaknya pada posisi on.

Database SIM dapat ditambahkan sesuai kebutuhan, dengan menghubungkan alat SMS ini pada computer yang terhubung dengan kabel USB 2.0.




    
                
             



Minggu, 09 Maret 2014
Posted by Farisul
Tag :

Popular Post

Blogger templates

Labels

- Copyright © Catatanku -Metrominimalist- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -