Sensor Optic

Sensor optic atau cahaya adalah sensor yang mendeteksi perubahan cahaya dari sumber cahaya, pantulan cahaya ataupun bias cahaya yang mengernai benda atau ruangan. Contohnya photo cell, photo transistor, photo diode, photo voltaic, photo multiplier, pyrometer optic, dsb.

1. Through-beam Sensors

Terdapat dua alat sensor yaitu sebagai pengirim dan satunya sebagai penerima, Emitter berfungsi sebagai pengirim sinar infra red yang nantinya akan diterima oleh receiver untuk direspon. Manakala sinar yang dikirim oleh emitter ke receiver terhalang suatu benda padat maka receiver akan meresponnya sehingga outputnya akan bekerja.

2. Retro-reflective Sensor
Sensor jenis ini emitter dan receiver nya berada pada satu alat/dikombinasikan sehingga cukup simpel, tugas receiver pada jenis through beam sensor, telah digantikan oleh reflector, sinar yang di pancarkan oleh emitter keluar, akan dipantulkan kembali oleh reflector lalu sinar tersebut diterima oleh receiver, sehingga saat sinar yang dipancarkan tidak saampai ke receiver, maka output sensor tsb akan bekerja.

3. Diffuse-reflective Sensors
Sensor jenis ini sangat simpel, receiver dan emitter terkombinasi pada satu tempat, tapi tidak memerlukan reflector khusus seperti diatas, reflectornya sendiri adalah benda itu sendiri yang terdeteksi oleh sensor. Sensor memancarkan sinar (emitter) keluar, manakala suatu benda datang dibagian muka, maka sinar akan dipantulkan oleh benda tadi ke receiver, sehingga output sensor akan bekerja

Aplikasi :
1. Sensor Photoelektrik Diffuse “Penghitung barang jadi”.




Cara kerja :
Barang jadi diatas konveyor akan dideteksi oleh sensor difuse kemudian cahaya dari sensor yang mengenai benda, akan dipantulkan kembali ke sensor. Benda yang dideteksi oleh sensor ini akan dihitung otomatis.

2. Sensor photoelektrik pada drag motor
Berikut ini adalah aplikasi dari sensor photoelektrik yang dipasang pada lintasan balap motor drag resmi. Sensor ini digunakan untuk mendeteksi laju pertama dari ban para pebalap.
Peraturan nya balap adalah lampu harus sampai hijau yang menyala. Apabila pembalab berjalan sebelum lampu hijau (1/1000 detik) akan terdeteksi oleh ensor dari photoelektrik yang dipasang pada garis start.
Jika pembalap berjalan sebelum lampu hijau maka dinyatakan diskualifikasi dengan tanda buzzer yang nyala nyaring



Ide Pengembangan :
1. Menghitung banyaknya suporter sepakbola yang menonton di lapangan.
2. Menghitung kecepatan orang berlari dalam lomba lari.


Referensi :
1. http://sipiit.blogspot.com/2014/03/sensor-optik.html
2. http://ilmulistrik.com/sensor-optik.html


Senin, 02 Juni 2014
Posted by Farisul
Tag :

Rancang Bangun Alat Pendeteksi Dini Bencana Banjir dan Tanah Longsor



Saat ini banyak terjadi bencana alam, mulai dari gempa bumi, gunung meletus, tanah longsor, dan banjir. Banjir adalah peristiwa yang terjadi ketika aliran air yang berlebihan merendam daratan, sedangkan tanah longsor adalah perpindahan material pembentukan lereng berupa bantuan, bahan rombakan, tanah, atau material campuran tersebut bergerak ke bawah atau keluar lereng.

Penyebab banjir adalah hutan yang gundul, curah hujan yang tinggi dan ketinggian air sungai. Sedangkan penyebab terjadinya tanah longsor adalah curah hujan, kemiringan tanah dan pergeseran tanah.
Setiap bencana pasti menimbulkan dampak, diantaranya mendatangkan kerugian harta dan benda, adanya korban jiwa, merusak sarana dan prasarana umum, rusaknya lahan pertanian, buruknya sanitasi lingkungan, dan sebagainya.

Untuk itu diperlukan suatu alat yang bisa mendeteksi terjadinya banjir dan tanah longsor. Alat ini dapat dibuat dengan menggunakan berbagai sensor, diantaranya :

  • sensor ketinggian air

Sensor ketinggian air berfungsi mendeteksi ketinggian air di sungai. Apabila air sudah melebihi batas normal ketinggian air, maka lampu warna merah pada pos pengaman akan menyala dan berbunyi. Sensor ini diletakkan di dinding sungai.
  • sensor flow aliran air

Sensor ini berfungsi mengetahui aliran arus air. Apabila arus air deras, maka lampu warna kuning di pos pengaman akan menyala dan berbunyi. Sensor ini diletakkan di sungai.


  • sensor curah hujan

Sensor ini berfungsi mengetahui curah hujan pada suatu daerah. Apabila curah hujan tinggi, maka lampu warna hijau yang dipasang pada pos pengaman akan menyala dan berbunyi. Sensor ini diletakkan di atap pos pengaman.

  • sensor ekstensometer

Senor ini berfungsi  mengukur parameter pergeseran tanah. Apabila tanah mengalami pergeseran, maka lampu warna biru yang dipasang pada pos pengaman akan menyala dan berbunyi. Sensor ini diletakkan di dalam tanah.

  • sensor strain

Sensor ini berfungsi mendeteksi pergerakan dalam tanah. Apabila tanah mengalami pergerakan, maka lampu warna jingga yang dipasang pada pos pengaman akan menyala dan berbunyi. Sensor ini juga diletakkan di dalam tanah,seperti halnya sensor ekstensometer.


  • sensor inclinometer

Sensor ini berfungsi mengukur kemiringan tanah. Sensor ini hanya memberitahukan berapa kemiringan tanah pada suatu daerah tertentu yang ditampilkan pada komputer yang tedapat pada pos pengaman. Sensor ini di pasang di dalam tanah.

Jika salah satu lampu yang dipasang pada pos pengaman menyala dan berbunyi, maka sensor tersebut akan mengirimkan pemberitahuan kepada setiap kepala keluarga melalui sms. Hal ini bertujuan supaya setiap warga waspada terhadap segala kemungkinan yang terjadi.

Sumber :
Senin, 19 Mei 2014
Posted by Farisul
Tag :

Sensor Pada Robot di KRI 2014

KRI atau Kontes Robot Indonesia adalah sebuah kontes Robotika antar Peguruan Tinggi Di Indonesia. Dimana Pemenang dari KRI akan mewakili Indonesia dalam ABU ( Asia-Pacific Broadcasting Union) Robocon yang diadakan setiap tahun dengan lokasi berpindah-pindah dalam negara anggota ABU.

Tahun  2014  Indonesia  kembali  akan  mengikuti  kontes  robot  tingkat  Internasional  ABU  Robocon 2014  yang  akan  berlangsung  di  Pune  -  India,  pada  tanggal  24  Agustus  tahun  2014,  dimana  Tim Robot  Indonesia  akan  berkompetisi  dengan  20  tim  Robot  luar  negeri.  Lomba  tersebut  merupakan lomba  yang  ke-sebelas  yang  akan  diselenggarakan  di  Pune  –  India  dengan  peserta  dari  negaranegara  anggota  Asia-Pacific  Broadcasting  Union  (ABU).  ABU  adalah  organisasi  penyiaran dikawasan  negara-negara  Asia  Pasifik  yangberanggotakan  lebih  dari  seratus  stasiun  televisi  dan radio  dari  lima  puluh  Negara.  Dalam  hal  ini Indonesia  diwakili  oleh  Televisi  Republik  Indonesia sebagai anggota.

Sehubungan  dengan  itu,  Direktorat  Penelitian  dan  Pengabdian  kepada  Masyarakat,  Direktorat Jenderal  Pendidikan  Tinggi,  Kementerian  Pendidikan  Nasional  mengkoordinasikan.  Kontes  Robot Indonesia (KRI) sebagai ajang kompetisi rancang bangun dan rekayasa dalam bidang robotika, yang dalam pelaksanaan nya Kontes Robot Indonesia (KRI) terdiri dari 5(lima) divisi, yaitu
1.  Kontes Robot ABU Indonesia (KRAI),
2.  Kontes Robot Pemadam Api Indonesia(KRPAI) tipe beroda,
3.  Kontes Robot Pemadam Api Indonesia(KRPAI) tipe berkaki,
4.  Kontes Robot Seni Indonesia (KRSI) dan
5.  Kontes Robot Sepak Bola Indonesia(KRSBI).
KRI dilaksanakan bekerjasama dengan Perguruan Tinggi yang ditunjuk untuk pelaksanaan Kontes tingkat regional dan Kontes tingkat Nasional.

Sensor-sensor yang digunakan pada masing-masing kategori kontes robot yaitu :
1.     Kontes Robot Pemadam Api Indonesia :
1.     Sensor Ultrasonik
Untuk  mengendalikan  robot  agar  tidak  menabrak  dinding atau halangan pada lintasan saat  berjalan maka  digunakan  sensor  ultrasonik  yang  memanfaatkan  gelombang  suara  sebagai acuan.
2.     Sensor Panas / Api
Sensor  api  adalah  alat  yang  digunakan  untuk  mendeteksi  tempat  diamana
terletak sumber api tersebut.
3.     Sensor Suara
Untuk mengenali suara start yang dibunyikan selama 5 detik awal agar robot mengenali bahwa lomba telah dimulai dan perhitungan waktu sudah berjalan
4.     Sensor warna
Untuk mendeteksi furniture yang dicat warna kuning agar robot dapat mengenali bahwa furniture bukanlah obyek yang dipadamkan apinya.
5.     Sensor keseimbangan gyroscope yang digunakan untuk menjaga keseimbangan robot (untuk KRPAI kategori berkaki)


2.     Kontes Robot Seni Indonesia :
1.        Sensor suara pada kepalanya yang digunakan untuk mendengarkan suara musik
2.        Sensor garis pada bawah telapak kaki digunakan untuk mendeteksi dan mengikuti garis
3.        Sensor keseimbangan gyroscope yang digunakan untuk menjaga keseimbangan robot dalam menari


3.     Kontes Robot Sepak Bola Indonesia :
1.      Sensor Warna
Untuk mengenali warna benda, seperti gaawang lawan, gawang sendiri, bola, maupun tim lawan.
2.      Sensor Ultrasonik
Untuk  mengendalikan  robot  agar  tidak  menabrak  dinding pembatas ataupun robot lawan / kawan maka  digunakan  sensor  ultrasonik  yang  memanfaatkan  gelombang  suara  sebagai acuan
3.  Sensor keseimbangan gyroscope yang digunakan untuk menjaga keseimbangan robot.






Kamis, 15 Mei 2014
Posted by Farisul
Tag :

Sensor Ultrasonik

Ultrasonik  sering  digunakan  untuk  keperluan  mengukur  jarak  sebuah benda  atau  untuk  mendeteksi  rintangan.  Teknik  mengukur  menggunakan ultrasonik  ini  meniru  cara  yang yang  digunakan  kelelawar  atau  lumba-lumba secara  alami  menggunakan  sonar  (sound  navigation  and  ranging)  untuk keperluan mengukur jarak dan navigasi.

Dalam dunia elektronika, ultrasonik biasanya dikemas dalam kit sensor ultrasonik  yang  di  dalamnya  terdapat  receiver  dan  transmitter  ultrasonik. Transmitter akan mengirimkan suara, kemudian receiver akan menerima suara tersebut.  Jarak  sebuah  benda  dapat  diketahui  dengan  menghitung  selisih antara waktu kirim suara dan waktu terima.

Sensor  ultrasonik  dibuat  dari  piezoelektrik  yang  dapat  memancarkan dan  menerima  gelombang  ultrasonik.  Pada  dasarnya  piezoelektrik  dapat diartikan  sebagai  sesuatu  yang  menghasilkan  listrik  melalui  getaran. Sedangkan  pada  sensor  ultrasonik  sendiri  piezoelektrik  adalah  sesuatu  yang menghasilkan frekuensi melalui getaran.

Secara umum sensor ultrasonik digunakan untuk menghitung jarak dari suatu objek yang berada didepan sensor tersebut. Sehingga dengan fungsinya tersebut, sensor ultrasonik biasa digunakan pada perangkat yang membutuhkan perhitungan jarak. Contoh : smart robot, Kapal laut, kapal selam, dll.

WL700 ULTRASONIC WATER LEVEL SENSOR
Sensor ultrasonik bisa digunakan untuk mengukur kedalam air seperti sungai, danau dan kolam, atau bisa juga digunakan dibidang industri seperti pengukuran kedalaman kolam limbah.

Senin, 28 April 2014
Posted by Farisul
Tag :

Sensor Temperatur dan Kelembaban SHT11/75

Mindmap Sensor SHT11 dan SHT 75

Posted by Farisul
Tag :

Sensor Mekanik

  

Perkembangan otomasi industri dari pekerjaan menggunakan tangan manusia, kemudian beralih menggunakan mesin, berikutnya dengan electro-mechanic (semi otomatis) dan sekarang sudah menggunakan robotic (full automatic) seperti penggunaan Flexible Manufacturing Systems (FMS) dan Computerized Integrated Manufacture (CIM)

  Model apapun yang digunakan dalam sistem otomasi di industri sangat tergantung kepada keandalan sistem kendali yang dipakai. Hasil penelitian menunjukan secanggih apapun sistem kendali yang dipakai akan sangat tergantung kepada sensor maupun transduser yang digunakan.

A.    Teori Pengantar Sensor
Sensor adalah pianti yang mentransform (mengubah) suatu nilai (energy) Fisik ke nilai fisik yang lain (electric).
Sensor terbagi menjadi 2 :
1.              Sensor pasif
Sensor pasif mengkonversi sifat sifat / isyarat fisik atau kimia kedalam isyarat yang lain tanpa bantuan sumber energy.
Contoh : Thermocouple
Thermocouple menghasilkan tegangan output sebanding dengan suhu pada sambungan thermocouple tersebut.
2.               Sensor aktif
Sensor aktif mengkonversi sifat sifat  / isyarat fisik atau kimia kedalam isyarat yang lain dengan bantuan sumber energy.
Contoh : sensor suhu
(PTC adalah komponen elektronika dimana jika terkena panas maka tahanannya akan semakin turun

 (NTC adalah komponen elektronika dimana jika dikenai panas maka tahanan nya akan naik) dan
sensor cahaya (LDR)
 LDR :Light Depent Resistor, nilai resistansi tergantung cahaya

Sensor Mekanik
Merupakan sensor yang memiliki output yang berubah terhadap perubahan gaya atau perubahan jarak (perpindahan). Gaya ataupun perpindahan tersebut bisa linier ataupun rotasi. Beberapa contoh sensor mekanik yang umum digunakan antara lain:
1) Potensiometer
Merupakan sensor yangmemiliki tiga kaki dengan tuas yang bisa digeser. Bila semua kaki pada potensiometer digunakan, maka potensiometer tersebut berfungsi seperti pembagi tegangan. Sedangkan jika hanya dua kaki yang digunakan, maka potensiometer tersebut berfungsi seperti hambatan geser.
2) Strain Gauge
Merupakan sensor yang digunakan untuk mengukur regangan (strain) dari suatu benda. Output dari sensor ini adalah berupa perubahan resistansi yang kemudian dikondisikan dengan menggunakan wheatstone bridge. Sensor ini digunakan dengan cara ditempelkan pada permukaan logam yang akan diukur regangannya.
Kamis, 10 April 2014
Posted by Farisul
Tag :

Mindmap Sensor Suhu

(Bimetal, Thermistor, Termokopel)



Posted by Farisul
Tag :

Popular Post

Blogger templates

Labels

- Copyright © Catatanku -Metrominimalist- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -